Pada postingan sebelumya (http://heldi.web.id/2019/05/17/negosiasi-modul-7-pada-scm-itc/)  sudah diketahui bahwa ada 9 tahapan persiapan negosiaasi, yaitu

  1. Mengerti kebutuhan
  2. Mengerti kondisi pasar dan barang/jasa yang akan diadakan.
  3. Mengerti strategi pengadaan dari organisasi.
  4. Mengetahui gambaran tipe hubungan yang akan dijalin dengan supplier.
  5. Analisa harga dan cost structure.
  6. Mengerti Organsasi Supplier dan orang yang mewakili negosiasi.
  7. Mengerti kekuatan masing masing.
  8. SWOT analisis
  9. Target dan tujuan negosiasi dan strategi untuk mencapainya.

Mari kita bahas satu persatu.

1. Mengerti Kebutuhan (Puchasing Context) , sebagai contoh diantaranya: Kualitas dan Kuatitas y1ang dibutuhkan,jadwal pengiriman, jadwal pengiriman ke  lokasi.

2. Kondisi Supply Market

  • Kapasitas, ketersediaan, lead time, trends dan perspectives)
  • Substitute dan perkembangan teknologinya.
  • Tren Harga
  • Harga elemen utama
  • Struktur pasar dan tingkat kompetisi (market share, jumlah supplier)
  • Segmen pasar yang berbeda berdasarkan geografi, teknologi dan channel distribusi.
  • Peraturan dan kebijakan Pemerintah yang mempengaruhi pasar.
  • Kondisi dan perspektif ekonomi dan sosio politik yang berpengaruh terhadap supply market, seperti inflasi, valas, stabilitas politik, kondisi buruh, sistem hukum, komunikasi dan infratruktur.

3. Supply Strategy (SPM)

Semakin besar nilai pengadaan maka harus diperhitungkan kemungkinan untuk cost reduction. Berdasarkan posisi pada SPM maka dapat ditentukan tujuan negosiasi sebagai berikut:

Routine items : negesiasi di fokuskan pada menurunkan biaya administrative.

Leverage items : konsentrasi pada harga dan cost reduction.

Bottleneck items : Menurunkan resiko

Critical items : memastikan kontinuitas dan kualitas supply bila ada cost reduction.

4. Tipe Hubungan dengan Supplier

Jangan lupa supplier buyer continuum, yaitu:

Spot Purchase – Regular trading – Call off contracts – Fixed contracts – Partnership – JV

Bisa dihapal dengan SpoRaCaFPJ

5. Analisis Harga dan Biaya (cost and price)

  • Cost-based pricing, Demand-based pricing
  • Price are too low; hati hati dengan future supplies seperti sparepart, ada masalah keuangan dalam organisasinya, cek kualitas nya.