Saya merasa penting untuk sharing terkait cara membeli kacamata untuk pertama kalinya, dalam hal ini bukan kacamata gaya atau kacamata lensa hitam ya, tetapi kacamata untuk baca atau melihat jauh disebabkan karena kemampuan mata yang menurun akibat umur atau faktor lainnya.

Hal ini juga ingin saya sharing karena saya tahun 2019 ini terpaksa harus pakai kacamata untuk pertama kalinya karena faktor umur yang menyebabkan menurunnya kemampuan mata dalam melihat jauh dan dekat. Juga dari pengalaman membeli kacamata untuk anak dan istri, saya merasa ada sesuatu yang salah atau kurang pas dengan cara cara penjual atau toko kacamata dalam melayani konsumennya.

Misalkan dalam pemilihan frame kacamata, saya merasa kok ini frame yang sederhana saja dengan bahan plastik biasa kok harganya bisa jadi mahal karena faktor fasion/gaya. Kemudian juga dari lensa, karena awam, kita tidak tahu ada jenis atau macam apa saja lensa itu dan kualitas nya bagaimana untuk setiap jenis lensa tersebut. Kemudian dalam penentuan berapa minus atau plus nya, apakah kita berpegang pada hasil dari dokter mata atau dari pengukuran di toko kacamata?

Dalam postingan ini saya akan sharing perjalanan pencarian kacamata yang dirasa cocok untuk saya pribadi, tentunya terbatas pada pengetahuan yang saya peroleh saja ya dalam pengalaman tersebut. Berikut adalah ceritanya.

1. Periksakan mata ke dokter.

Di toko kacamata biasanya disediakan alat untuk mengukur kemampuan mata kita dalam melihat, yang hasilnya berupa ukuran plus atau minus serta silinder yang harus di buat pada lensa kaca mata. Namun untuk lebih meyakinkan kualitas pemeriksaan maka dokter mata akan lebih komprehensif dalam melakukan pemeriksaan mata kita. Di RS mata biasanya ada beberapa alat canggih untuk.memeriksa mata.

Di akhir tahun 2018 kemarin saya sekeluarga beramai ramai ke rumah sakit mata cicendo untuk memeriksakan mata saya, istri dan anak anak. RS mata cicendo selain hari kerja, hari sabtu juga buka kok. Sebaiknya datang pagi pagi sekali agar dapat parkir dan antrian awal. Kalau tidak dapat parkir drop dulu keluarga kemudian bisa mutar balik dan parkir di gor atau apa ya di sebelum belok ke rs cicendo, di sana baik di pinggir jalan dan di dalam gor nya tersedia banyak lahan parkir.

Hasil angka angka hasil pemeriksaan dokter inilah yang dijadikan dasar untuk pembuatan lensa nanti.

2. Pilih frame kacamata.

Frame kacamata ada banyak merk atau yang tidak ber merek namun terlepas merek nya apa secara kualitas ada 3 jenis frame yang dapat dipilih:

A. Frame ber merek asli/original.

Frame kacamata dengan merk terkenal seperti rayban, oakley, rodenstok, dsb akan dibandrol dengan harga jutaan. Namun hati hati dengan keasliannya, jangan sampai bayar jutaan tapi dapat kualitas kawe/murahan.

Ragam merk tersedia tinggal di pilih model yang cocok dengan bentuk muka ya. Begitu pula bahannya ada dari plastik biasa sampai dengan titanium atau bahkan di atasnya yang kuat dan ringan.

Kalau ada badget mending pakai yang ber merek saja ya biar puas.

B. Frame biasa murah meriah.

Banyak dijual juga frame yang murah meriah dengan harga 100 ribuan sd 500ribuan. Modelnya tidak kalah dengan model model ber merk lainnya. Kekurangannya paling memang dari sisi kekuatannya pasti kalah sama yang ber merk, namun kalau cepat bosen kenapa tidak pakai frame yang biasa saja ya.

Namun hati hati ya, frame dengan bahan biasa biasa saja karena modelnya bagus oleh penjualnya suka dihargai dengan harga yang lebih mahal, yang mestinya 200rebuan, digetok jadi 800rebuan, apalagi kalau dijual di toko toko kacamata di mal atau tempat yang refresentatif atau toko toko kacamata yang sudah terkenal seperti optik M dan sebagainya.

C. Frame ber merek tapi kualitas Kawe/aspal.

Nah hati hati kalau mau beli frame ber merek tapi malah di beri kualitas kw, harganya jutaan tapi kualitas bukan ori. Frame yang kw seperti ini harusnya murah namun model nya bisa persis sama dengan yang ori.

Salah satu contoh untuk membedakannya misalnya untuk merek rayban, kalau yang ori mereknya ditempel menonjol, sedangkan yang kw itu hanya cetak.saja di ftame. Tempatnya pun nanti kalau yang asli lebih besar dan kokoh ya.

Dari pengalaman saya kena zonk beberapa kali, ketika membelikan anak frame kacamata yang biasa biasa yang harusnya harganya hanya 200rebuan, namun dibeli hampir rp. 1jutaan. Kemudian beli yang bermerk dengan harga jutaan padahal ternyata itu rayban kualitas 2 alias kw alias bukan original.

Kalau kita ingin model yang bagus dengan harga murah maka ambilah model frame kawe non ori ini, namun hati hati dengan harganya, jangan sampai harganya dikasih harga ori ya.

3. Pesan lensa.

Sebelum memilih jenis lensa kita harus yakin dulu dengan ukuran dari plus minus atau solinder dari mata kita. Kita bisa minta cek ulang dengan mesin yang ada di toko kacamata, namun yang paling penting adalah lakukan test uji coba langsung dengan menggunakan lensa lensa (dummy) yang tersedia disana. Terlepas sama atau beda hasil pengukuran di toko dengan hasil pengukuran dokter, kita mencoba hasil ukuran tersebut dengan kacamata sample dan lensa lensa yang tersedia di set sesuai ukuran dan dirasakan apakah sudah enak, nyaman dan jelas atau belum penglihatan kita.

Saya pribadi ada kejadian, ketika pakai ukuran resep dokter dan ukuran toko yang menyatakan mata saya silindris 1,5 ternyata setelah dibuat lensanya menghasilkan pandangan yang tidak simetris seperti trapesium, nah ketika di coba coba pakai kacamata dan lensa dummy, ternyata kalau silindrisnya diturunkan barulah bisa benar benar lurus kotaknya, tidak berbentuk trapesium, ternyata hasil pengukuran komputer dokter dan toko kalau diaplikasikan malah belum pas, saya memperoleh ukuran silindris yang tepat setelah di coba coba dengan lensa lensa dummy dengan coba menurunkan angka ukuran resep.

Sehingga sangat penting kita melakukan semacam test drive terhadap ukuran rencana dari lensa yang akan dibuat. Jangan sampai sudah dipesan dan dibuat baru ketahuan kurang enak atau tidak menjadikan pandangan mata kita menjadi normal kembali.

4. Beli kacamata dimana?

Kalau ingin murah maka belanja lah ke toko kaca mata yang ada di pasar, seperti pasar baru jakarta, atau di pasar suryakancana bogor. Di lokasi dimana ada berjejer beberapa toko kacamata jadi semacam pusat grosir atau ecerannya kacamata. Yang penting kita sudah tahu tuh aturan aturan di atas ya. Karena ya seperti biasa kalau kita awam maka di grosir pun bisa digetok ya. Di toko seperti ini kita akan memperoleh harga lensa diskon, dan beragam frame murah meriah dengan harga yang ekonomis tanpa mengesampingkan model.

Kalau kita repot belusukan ke pasar baru atau pasar suryakancana, maka kita bisa beli kacamata di toko toko yang di mall atau yang sudah tenar seperti seiss, tunggal, dsb. Disini harga lensa dipatok sesuai price list produk dari pabriknya alias tanpa diskon, dan mereka juga menyediakan frame kacamata dengan merk merk terkenal juga biasanya.

5. Berapa harga kacamata?

Jawaban pertanyaan ini semuanya kembali ke budget kita. Yang penting ukuran plus minus silindris nya sesuai dengan mata kita dan frame nya sesuai dengan mata kita, selanjutnya tinggal menyesuaikan budjet.

Untuk frame mulai dari harga 200ribuan asal cocok dengan bentuk muka kita maka tidak masalah memilih frame yang murah meriah atau merek KW non original. Kalau ada badget lebih maka kita bisa memilih frame ber merek terkenal yang harganya bisa kisaran 3 – 5 jutaann untuk model standar merek terkenal, ada juga sih yang di atas 5juta dengan bahan yang kuat dan sangat ringan.

Untuk lensa juga, yang paling utama adalah ukuran yang pas plus minud atau silindris nya, untuk budget terbatas ada merek merek lensa yang murah meriah dengan kualitas yang cukup untuk mengembalikan fungsi penglihatan mata. Lensa biasa harganya bisa kurang dari 1 jutaan.

Sedangkan untuk badget lebih kita bisa pakai lensa essilor atau zeiss, dengan fitur fitur tertentu seperti berubah warna ketika terik matahari, anti radiasi komputer, dibuat lebih tipis, anti gores, dsb. Tentunya masin banyak fitur bisa makin mahal ya, bisa di atas sepuluh jutaan lebih kalau kita ingin fitur lengkap.

Mau yang mahal atau yang murah meriah sebenarnya sama saja ya, yang penting tadi itu, frame nya cocok dengan bentuk muka dan lensanya ukurannya benar sesuai dengan kebutuhan mata agar penglihatan mata kita kembali seperti normal.

Demikian semoga ada manfaatnya ya… aamiin YRA